Halo teman-teman!
Batik adalah salah satu harta dari sekian banyak kekayaan budaya yang ada di Indonesia. Batik pun dikukuhkan oleh United Nations Education and Science Organtizations (UNESCO) sebagai salah satu dari 76 warisan budaya dunia non bendawi pada tahun 2009. Mendengar kata batik, mungkin sebagian besar yang terlintas di benak kalian adalah batik Pekalongan atau batik Solo. Namun, tidak hanya itu saja lho, ada banyak sekali batik-batik selain itu yang juga harus kalian tahu.
Setiap daerah di Indonesia pasti memiliki kain khas yang unik yang wajib dibawa untuk oleh oleh. Kotaku, tanah kelahiranku Bumi Panji, Kabupaten Kediri juga punya loh batik yang tak kalah kualitasnya dengan batik yang mungkin sudah membooming namanya di Indonesia bahkan mancanegara.
Tak banyak orang tahu kalau kota Tahu ini juga punya batik khas. Ada batik motif gumul, bolleches, garuda muka sekar jagad, garuda muka teratai mekar, dan masih banyak lagi.
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri bekerja sama dengan paguyuban Inu Kirana Kabupaten Kediri menyelenggarakan sebuah ajang kompetisi Pemilihan Putra Putri Batik Kabupaten Kediri 2019 yang bertujuan untuk mencari Duta Batik untuk mempromosikan batik motif khas Kediri kepada masyarakat dan dunia.
Sejak saya mengetahui pengumuman lomba tersebut melalui media sosial Instagram, saya langsung mempersiapkan dokumen dokumen yang dibutuhkan. Saya pun tak sendiri, saya mengajak teman saya Atika untuk juga mengikutinya.
Tujuan saya mengikuti ajang ini adalah ya tentunya saya ingin mendapatkan pengalaman dan wawasan baru. Sebagai masyarakat Kediri pun, saya juga baru tahu kalau ternyata Kotaku ini juga punya batik. Sungguh saya merasa gagal jadi orang Kediri hehehe.
Tanpa banyak persiapan, saya yang tidak tahu menahu dunia pageant bermodalkan wani tok karena saya juga tidak berharap untuk menang tapi alhamdulillah dapat banyak sekali ilmu dan pengalaman. Hari itu, tanggal 29 Juni 2019 saya mengenakan kain batik motif bunga kontemporer produksi dari Batik Esri asli dari kecamatan asal saya, kecamatan Gurah.
Pada hari pemilihan, itu adalah kali pertama saya mengkuti kompetisi semacam itu. Takut dan deg degan pastinya ketika tahu urutan giliran saya tiba. Let it flow, saya hanya mengikuti alurnya saja hehehe. Menjelaskan apa yang perlu dijelaskan. Saya sangat sadar saya punya banyak sekali kekurangan tapi saya tetap mencoba. "You never know till you try",kata pepatah seperti itu.
Akhirnya, pengumuman 10 besar finalis pun tiba. Alhamdulillah, teman saya Atika terpilih menjadi finalis. Walaupun saya tidak terpilih, setidaknya liburan ku kali ini punya new experience. Dan saya pun menghibur diri sendiri untuk tidak perlu bersedih. Karena banyak juga dari peserta yang perlu belajar lagi dan mencari pengalaman lagi seperti saya.
Setelah mengikuti acara ini, saya menjadi lebih termotivasi dengan bertemu banyak orang-oranf hebat dari Kediri. Mata saya terbuka, kalau hidup itu tidak hanya itu itu saja seperti yang biasa saya lihat. Hidup itu indah sekali. Aneka ragam manusia dan budayanya. Anugerah Tuhan yang Maha Kuasa. Sudah selayaknya saya manusia ini mempelajari dan mensyukuri segala apa yang telah diberikan Tuhan.
Kediri, bumi panji sangatlah kaya. Mulai dari makanan, budaya, dan wisatanya. Harta dan potensi alam yang sudah disediakan Tuhan. Kalian dan saya generasi muda sudah saatnya kita berpartisipasi dan berkontribusi untuk tanah kelahiran kita. Kalau bukan kita, siapa lagi?
Ir. Soekarno, sang bapak proklamator berkata "Beri aku 1000 orangtua akan kucabut semeru dari akarnya, Beri aku 10 pemuda maka akan ku goncang dunia"
Kita pemuda, Let's Go Beyonf The Limit!
#FEARLESS
Saya dan teman saya Atika di sebelah kanan.
Follow instagram saya:
@noer_kusuma
Batik motif bunga kontemporer dari @batik_esri_gurah_kediri

Salam Kenal dari baitulkhitankediri.com, kami melayani Khitan Kota Kediri di dan Juga Kediri Kabupaten (Pare, Ngadiluwih, dan sekitarnya), Khitan Aman, Modern dan Profesional.
BalasHapussangat menginspirasi Anak Muda